Ladyboy Washing Official

Launched in 2011 and created by nose Simon Constantine , Ladyboy was part of Lush’s "Gorilla Perfume" line, which often focuses on storytelling and bold, gender-neutral scents.

Prominent notes include Banana and Chamomile , giving it a sweet yet calming start. ladyboy washing

Unlike traditional perfumes, Ladyboy is celebrated (and sometimes debated) for its quirky mix of banana and seaweed. It’s often described as: Fruity & Floral: Thanks to the banana and violet. Earthy & Woody: Grounded by the oakmoss and labdanum. Launched in 2011 and created by nose Simon

Deepened by Oakmoss , Seaweed , and French Labdanum , which provide its signature "mossy" and "marine" character. It’s often described as: Fruity & Floral: Thanks

While it has been a "retro" or limited-release item in many regions, collectors often look for it at Lush Cosmetics or fragrance enthusiast sites like Fragrantica for reviews and availability updates. Ladyboy Lush perfume - a fragrance for women and men 2011

The fragrance is known for its unique and unconventional "main accords," blending tropical fruitiness with earthy, herbal undertones.

Site Footer

Sliding Sidebar

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Cep Subhan KM. Lahir di Ciamis tanggal 6 Juni. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi bersama Ludah Surga (2006) dan Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (2007), sementara beberapa puisinya diikutkan dalam antologi penyair muda Ciamis Kota Menjadi Kata (2017) dan Suluk Santri (2018). Sudah menerbitkan novel Serat Marionet (2011) dan dwilogi Yang Tersisa Usai Bercinta (2020) dan Yang Maya Yang Bercinta (2021), serta satu buku puisi, Hari Tanpa Nama (2018). Satu novelnya yang lain, Kosokbali (2021), bisa dibaca di portal Kwikku. Esai kritik sastranya menjadi Pemenang II Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022, Juara 2 Lomba Kritik Sastra Dunia Puisi Taufiq Ismail 2023, Pemenang I sekaligus Naskah Pilihan Juri Sayembara Kritik Sastra DKJ 2024, dan Pemenang I Sayembara Kritik Puisi Kalam 2024. Sebagian dari esai kritik sastranya sudah diterbitkan dalam antologi Tiga Menguak Chairil: Media, Perempuan, & Puitika Kiri (Anagram, 2024) dan Perempuan dalam Bibliografi Pembaca (Velodrom, 2025).